Giving and Respond to Congratulations and Sympathy

Sariawan dan Obatnya

 



Holla akhirnya tidak ada hujan tidak ada badai aku bisa menyempatkan diri nulis catatan harian alias diary....hehehe biasanya malas nulis diary ginian. Judul aku kali ini adalah "Sariawan dan Obatnya". 

Siapa sih yang tidak pernah merasakan sakitnya sariawan? Aku yakin kamu-kamu pembaca blog ku ini pasti pernah mengalami sakit sariawan. Emang sih jenis penyakit ini bukan tergolong penyakit yang dapat mengancam kematian, tapi rasanya itu loh tidak nyaman sama sekali, ganggu aktivitas dan produktivitas. 

Saat aku menulis diary ini, ini adalah hari ke empat sariawanku belum sembuh. Awal terasanya adalah malam selasa. Senin paginya aku sih happy-happy jalan-jalan ama teman sampai kuliner-kuliner gitu, eh malamnya kok tiba-tiba sariawan nongol di lidah :( . Pagi harinya sariawan ini terasa begitu menyiksa sampai terasa cenat cenut bikin pusing kepala. Aku diamkan aja sambil rebahan istirahat di rumah, malam harinya aku minum paracetamol untuk mengurangi nyeri. Hari berikutnya sakit makin menyiksa, lalu aku tanya lewat pesan WA ke temanku, yang seorang apoteker terkait obat sariawan paling mujarab, dia mengklaim Kandistatin itu obat sariawan terbaik. Ah ok, aku percaya saja sih, lalu aku segera ke apotek untuk membeli obat tersebut. Aku beli di apotek, harganya Rp 49.000,00. Harganya lumayan mahal untuk sejenis obat sariawan, first impression ku sih pasti nih obat mujarab dan langsung cepat sembuh sariawan ku. Cara pemakaian obat ini adalah dengan meneteskan cairan ke atas luka sariawan, lalu didiamkan beberapa menit, setelah itu ditelan. Rasanya manis seperti permen. Rasa luka di sariawan semakin berkurang, namun hanya bertahan kurang lebih 30 menit saja, habis itu sakit terasa meradang lagi. Aku pikir harus bertahap dan sabar menggunakan kandistatin ini. Mungkin 2 atau 3 hari pemakaian barulah terasa khasiatnya. Hari-hari berikutnya aku lakukan pengobatan dengan obat tetes kandistatin itu, tapi tetap sama saja, nggak ada perubahan. Jera, lelah, sakit, dan kecewa campur jadi satu. Kemudian aku berencana untuk ganti obat, aku pingin beli Betadine Kumur. Sesampai di apotek, ternyata obat yang aku cari tidak ada, malah aku ditawarin Enkasari, katanya sih itu juga mengobati sariawan. Oke, aku boyong obat itu dengan harga Rp 22.000,00. Cara pemakaiannya adalah dengan cara berkumur, rasanya lega, rasa sakit berkurang tapi ya cuma sekisar 1 jam saja. Setelah itu terasa meradang lagi sakitnya. Udahlah capek aku. 

Jalan ninja berikutnya adalah dengan membuat sambal bawang, dengan komposisi 1 siung bawang putih dan 5 cabai rawit. Aku pernah membaca kalau bawang putih itu mengandung zat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, dan cabai itu sendiri mengandung vitamin c yang tidak kalah dengan buah jeruk. Rasanya worth it. Rasa sakit sariawan udah agak mending. Aku akan tetap mengkonsumsi bawang putih dan rutin berkumur dengan obat yang aku beli. Semoga saraiwanu lekas sembuh. Doakan aku sehat ya teman-teman. 


Bumi yang Indah, 30 Oktober 2020

Anak Tunggal dan Tanggung Jawab

 

Anak tunggal identik dengan kata “satu” dan “sendiri”. Kalau kamu pembacaku kebetulan adalah anak tunggal seperti aku, mulai sekarang aku akan menulis dengan memakai kata ganti “kita”.

Semasa kecil kita tidak begitu mencemaskan kehidupan. Pada masa itu yang kita tahu hanya main, minta jajan sama orang tua, minta jalan-jalan sama orang tua, pokonya hanya tahu senang-senang saja.

Semakin bertambah usia, kebahagiaan kecil itu akan semakin menjauh digantikan dengan persoalan-persoalan hidup yang menuntut kita untuk bisa menjadi semakin dipaksa semakin dewasa dan mandiri.

Ketika orang tua sakit, kita lah satu-satunya tumpuan mereka untuk membahagiakan, merawat, mengeluarkan biaya pengobatan, sampai menemani mereka untuk sembuh.

Ketika orang tua kita butuh bantuan, kitalah satu-satunya harapan mereka untuk mengulurkan tangan secara mandiri.

Kita anak tunggal tidak akan selamanya diperlakukakan seperti anak kecil seperti waktu dulu. Kita tidak akan dimanja-manja terus menerus.

Aku dan kau anak tunggal, kita harus kuat: kuat mental, kuat fisik, dan kuat ekonomi untuk berdikari menjadi diri sendiri sekaligus menjadi saudara bagi diri sendiri. Kita ibarat shampoo three in one. Tiga manfaat dalam satu kemasan. Kita harus multi talented, bisa ini dan itu.


Menyelesaikan Pekerjaan di Saat Sedang Sakit

 

Hari ini jam 05.00 aku sudah bangun tidur karena ada order dari customer yang harus segera  aku selesaikan. Sebenarnya sih aku udah berjanji untuk menyelesaikan order itu di hari kemarin sore atau kemarin malam. Karena sakitku belum sembuh, ya udah aku kirim pesan wa ke customer, mengabarkan kalau aku lagi tidak fit, jadi aku berusaha untuk menyelesaikannya di hari besoknya.

Langsung kubuka dan kunyalakan laptop, sambil menahan sakit, aku membaca dan memahami teks yang ada. Tugas yang aku dapat ini lumayan bikin pusing kepala, entah aku yang sedang sakit atau emang teksnya yang terlalu sulit. Entahlah. Jam menunjukkan pukul 07.00 dan sayang sekali belum selesai pekerjaanku ini. Kepala Ayah tiba-tiba nongol dari balik pintu, lalu berkata,”Ayah mau ke acara kondangan dulu ya Le. Nanti kalau ada sales Garuda datang, pesan 3 dus Gerry Chocolatos rasa keju, dan 1 Pak susu Chlevo.”  Dengan nada agak berat aku meresponnya,”Iya, yah.”

Iya di rumahku ada toko, kebetulan di rumah hanya ada aku dan Ayah, kalau Ayah lagi ada kepentingan di rumah, otomatis aku yang jaga toko. Kali ini aku udah berpikir dua ratus kali, bakalan repot diriku: masih harus menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai ditambah melayani pembeli di toko. Padahal tugasku yang satu ini memerlukan konsentrasi tinggi agar mendapatkan hasil yang optimal.

Ruang kerjaku menjadi satu dengan kamar tidur. Laptop, printer, dan buku-buku ada di dalam kamar tidur. Baru beberapa menit meneruskan pekerjaan, tiba-tiba ada pembeli memanggil-manggil, lalu aku beranjak meninggalkan pekerjaan untuk melayani pembeli. Setelah selesai melayani pembeli, aku kembali lagi meneruskan pekerjaan, namun beberapa menit kemudian datanglah pembeli berikutnya, dan seterusnya seperti itu. Capek dan lelah aku. Ya beginilah nasib anak tunggal, apa-apa aku kerjakan sendiri. Agar tidak capek mondar-mandir dari kamar tidur ke toko, laptop aku pindah ke toko. Aku mengerjakan tugas di toko sambil melayani pembeli-pembeli berikutnya. Tidak terasa hari semakin siang, aku belum mandi, berkeringat, masih proses penyelesaian tugas. Sekitar jam 11.00 Ayah sudah pulang, dan Alhamdulillah aku bisa lebih fokus ke tugas ku.  Jam 11.15 pekerjaanku sudah selesai, lalu aku kirim pesan wa ke customer-melaporkan orderanya udah saya selesaikan, lalu aku kirimkan file hasil tugas tersebut.

Tenang rasanya tugas sudah berhasil aku selesaikan. Satu Amanah telah aku tuntaskan. Selanjutnya aku mandi, terus menulis blog ini.


Bumi yang Indah, 31 Oktober 2020

Eko Wahyudi

Les Private Online Bahasa Inggris

Jasa Les Private Online Bahasa Inggris dengan Harga Terjangkau





Anda merasa kurang puas dengan pembelajaran bahasa Inggris yang Anda peroleh selama ini, dan Anda ingin mendapatkan tambahan ilmu bahasa Inggris dengan harga aman di kantong? Jangan khawatir lagi. Saya menyediakan jasa les private online bahasa Inggris sesuai dengan apa yang Anda harapkan. 

Belajar Mata Pelajaran Bahasa Inggris Sekolah Jadi Lebih Mudah. Materi pelajaran disesuaikan dengan silabus dan kurikulum yang ada di sekolah Anda



 






Lima Keunggulan Les Private Online Bahasa Inggris Eko Wahyudi
  1. Diajar langsung oleh satu guru mata pelajaran bahasa Inggris yang berpengalaman di bidangnya; 
  2. Proses pembelajaran dilaksanakan secara daring (online), bisa menggunakan skype, zoom, wa, atau google classroom; 
  3. Materi pelajaran diselaraskan dengan silabus/kurikulum sekolah peserta les; 
  4. Biaya terjangkau 
  5. Durasi pembelajaran adalah 60 menit, dan peserta les tidak akan dikenakan tambahan biaya jika durasi melebihi 60 menit; 

Tarif Les Private Online Bahasa Inggris

I. Les private online bahasa Inggris untuk SMP

   Harga: 45.000/Jam

II. Les private online bahasa Inggris untuk SMA/SMK/MA/MAK

    Harga: 50.000/Jam

III. Les private online bahasa Inggris untuk Mahasiswa/Umum

    Harga: 60.000/Jam


Alur pendaftaran sampai mulai les:

1. Contact Saya. Hubungi saya lewat WA di bagian pojok kanan bawah atau 081235198643

2. Konfirmasi. Anda akan menerima balasan konfirmasi wa dari saya

3. Atur Jadwal Les Kamu. Proses pengaturan jadwal hari dan jam les, jumlah jam les yang diinginkan (minimal 1 jam pelajaran dalam 1 minggu). 1 Jam pelajaran= 60 menit untuk SMP/SMA sederajat, dan 1 Jam pelajaran=90 menit untuk Mahasiswa.

4. Penjelasan mekanisme les
a. Les dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan jadwal antara pihak peserta les dengan guru.
b. Proses les dilaksanakan secara online dengan menggunakan media WA
c. Materi les mengikuti materi dari sekolah peserta les, sesuai dengan grade/kelasnya
d. Les online private bahasa Inggris tidak membantu memberi kunci jawaban PR/tugas. Saya memiliki jasa khusus pengerjaan PR/tugas bahasa Inggris yang biayanya berbeda dengan jasa les private online bahasa Inggris.

5. Bayar. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening BNI, atas nama Eko Wahyudi. Nomor rekening BNI: 0906862807. Mohon untuk mentransfer minimal 10 menit sebelum les dilaksanakan. Kami tidak akan memulai kegiatan les apabila uang transfer belum diterima sesuai aturan yang ada.

6. Mulai les


Tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda, sebelum kuota penuh. Hubungi wa kami di 081235198643, atau di bagian pojok kanan bawah website. 

Keterangan:
Untuk saat ini layanan jasa les online private bahasa Inggris ditujukan untuk level SMP, SMA/SMK, dan Mahasiswa.

Baca Juga Layanan Jasa Terkait: 


Anak Tunggal: Persahabatan dan Persaudaraan

 



Anak tunggal adalah anak satu-satunya yang dimiliki oleh ke dua orang tua. Dia tidak memiliki saudara. Sebagian orang yang memiliki saudara mungkin berpikir bahwa jadi anak tunggal itu enak: tidak ada saingan, dan kasih sayang orang tua hanya tercurah untuk si anak tunggal. Menurutku sih hal itu ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Aku sebagai anak tunggal merasa kesepian. Sejak kecil aku sering melakukan apa-apa sendiri. Aku masih ingat ketika masih usia sebelum sekolah dan masa SD, yang paling membahagiakan dalam hidup adalah bermain dan bercanda bersama teman. Setelah pulang sekolah aku dan teman-teman biasa kumpul dan bermain bersama sampai sore hari. Rasanya senang sekali kalau rumahku dijadikan basecamp bermain bersama. Ketika sore hari tiba, kami berpisah. Pulang ke rumah masing-masing, dan rasanya rumah terasa sepi lagi.

Ketika menginjak masa SMP, teman-teman masa kecilku sedikit demi sedikit menjauh. Ada yang merantau ke luar kota ikut orang tuanya, dan ada yang sekolah jauh dari tempat tinggal. Waktupun banyak kuhabiskan untuk belajar dan mengikuti kegiatan sekolah, sehingga lingkup pertemanan pun mulai terbangun dengan mengenal berbagai teman baru dari berbagai daerah yang satu kelas. Pada masa SMP terbilang aku sama sekali tidak punya teman akrab, karena aku sangat fokus pada pelajaran dan bisa mendapatkan prestasi yang bagus. Masa SMA adalah masa paling berkesan bagiku, aku merasa lebih dewasa dan berpikiran lebih terbuka. Selain fokus pada bidang akademik, akupun mulai mencoba untuk lebih asyik menikmati kehidupan: cinta dan pertemanan. Aku merasa teman-teman satu kelas SMAku lebih peduli, dan aku betul-betul merasakan arti persahabatan sesunguhnya. Bahkan aku menganggap mereka itu seperti saudaraku sendiri. Hal yang membuat aku sedih adalah hari libur, dan hal yang membuat aku bahagia adalah masuk sekolah. Kenapa?Kalau masuk sekolah aku bisa berjumpa dengan mereka. Kalau libur  berarti aku di rumah dan tidak ada kawan. Sepi di rumah. Ketika aku lulus SMA, aku merasa sangat sedih bahkan sempat menangis, karena aku akan berpisah dengan saudara-saudara ku itu. Memasuki masa kuliah, aku pun menemukan kawan-kawan baru, tapi entahlah mengapa aku merasa yang paling spesial dan berkesan adalah sahabat-sahabat SMA ku. Mereka tidak tergantikan. Meskipun punya kawan kuliah baru, aku masih sempat meluangkan waktu bertemu dengan teman-teman SMAku ketika libur panjang atau ada hajatan penting. Memasuki masa kerja, hanya ada tinggal 1 teman SMAku yang masih dekat dengan aku. Dan semakin dewasa, sebenarnya aku sudah memikirkan untuk menikah mendapatkan teman hidup sampai akhir hayat nanti, tapi entahlah mengapa jodoh belum bertemu. Dan sampai saat ini aku menulis, aku masih single. Hari-hari aku habis kan waktu untuk bekerja, bermain piano, membaca, dan sesekali menyapa, chat dengan teman ku. Oh ya, aku punya satu teman beda pulau, dia ada di Sumatera, orang Batak. Dia udah aku anggap seperti saudara ku sendiri, aku memanggilnya Adek. Dulu kita sempat ketemuan di Bali, tapi waktu ketemunya singkat banget. Aku sangat merindukannya, pingin jumpa lagi, bisa komunikasi langsung. I miss you so much Adek.

Jadi Anak tunggal itu kesepian. Aku butuh teman. Teman itu sangat berharga buatku. Kamu-kamu yang mampu menjadi temanku sampai waktu sekarang ini, andai kau tahu: kamu udah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Semoga kita bisa bersaudara sampai akhir hayat, meskipun kita dilahirkan dari rahim ibu yang berbeda. Aku menyayangi kamu, saudaraku.