Apa yang salah dengan introvert?


Introvert mendapat energi dari dalam diri mereka sendiri
Apa sih yang kamu ketahui tentang orang berkepribadian introvert? 

Apakah menurutmu mereka itu orang-orang yang pemalu? Atau menurutmu mereka itu orang-orang yang tidak memiliki kemampuan public speaking yang baik? 

Aku pernah ngobrol dengan beberapa orang yang memiliki perbedaan pemahaman soal kepribadian introvert. Ada yang ngomong kalau introvert itu tidak punya teman, ada pula yang balik bertanya ke Aku, "Bukannya introvert itu tipikal yang mudah benci sama orang?", bahkan ada yang bilang kalau introvert itu merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apa benar ya introvert itu yang seperti itu? Makanya baca tulisan ini sampai habis, karena aku akan membahas soal 'sebenarnya introvert itu seperti apa sih?, apakah sesuai dengan steorotipe yang beredar selama ini?"

Istilah "introvert" sepertinya sudah menjadi pembahasan umum yang ada di mana-mana saat ini. Mulai dari anak SMP sampai Perguruan Tinggi sepertinya sudah tidak asing dengan istilah satu ini, sering juga di biography sosial media mereka menuliskan bahwa diri mereka adalah "introvert", terutama anak muda yang mengaku bahwa mereka itu introvert, bahkan membanggakan diri mereka sebagai seorang introvert, dan atau mungkin kamu juga melakukannya 😆. 

Karena populernya, banyak orang membahas soal introvert ini, bahkan mengaku-mengaku sebagai seorang introvert, tetapi sebenarnya ada juga yang tidak tahu secara tepat sebenarnya introvert itu apa an. Berawal dari inilah timbul kesalahpahaman yang muncul, sehingga muncul pertanyaan "introvert itu apa sih? Introvert itu yang seperti apa sih?" 
Introvert itu sebenarnya dikembangkan oleh seorang psikolog yang bernama Carl Jung, seorang psikolog terkenal yang pertama kali membedakan kepribadian menjadi ekstroversion dan introversion, dan teori yang dikembangkan oleh Jung ini mejadi teori yang mendasari MBTI yang kemungkinan besar test MBTI ini pernah kamu coba. Menurut Jung, introversion ini didefinisikan sebagai sifat seseorang yang cenderung untuk mencari sumber energi yang berasal dari dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau ekstroversion, energi mereka peroleh dari luar. Kalau hidup kita diibaratkan sebagai baterei, orang-orang berkepribadian introvert ini recharge energinya dari diri mereka sendiri dibandingkan dengan lewat orang lain. Orang introvert ini dapat energi nya ketika mereka sedang sendiri. Makanya ada stereotipe, kalau orang introvert ini adalah orang yang suka membaca buku, main game, menggambar, dan kegiatan lainnya yang dilakukan senidirian. Sebaliknya, orang ekstrovert mendapatkan energi dengan berinteraksi atau bertemu banyak orang. 

Perlu diketrahui juga kalau orang introvert ini punya tipe-tipe yang berbeda-beda. Ada orang introvert yang membutuhkan waktu cepat untuk mengisi ulang energi mereka, dan ada pula yang butuh lama banget untuk ngisi energi mereka, dan bahkan ada yang enggan untuk berinteraksi dengan orang saat sedang mengisi energi. Hal ini bisa saja terjadi, karena setiap orang itu unik, tidak sama. 

Tadi sudah aku jelaskan tentang introvert secara umum. Sekarang aku akan menjelaskan anggapan-anggapan yang salah tentang introvert (miskonsepsi introvert). Masih banyak orang yang salah mengartikan kepribadian introvert, dan bahkan memberi stigma negatif tentang orang introvert. Apa aja miskonsepsi introvert? Aku yakin kalau kamu pasti pernah mendengar miskonsepsi introvert, paling ngga salah satu saja. 
Pertama, introvert itu orang pemalu. Miskonsepsi ini yang paling sering terjadi di masyarakat. Padahal, pemalu itu sendiri merupakan hal yang berbeda dengan sifat introversion, dan bahkan tidak memiliki korelasi. Orang introvert bukan berarti orang itu pemalu. Kembali lagi ke definisi, bahwa" orang introvert itu mendapatkan energi dari diri mereka sendiri, ketika menyendiri. Belum tentiu orang introvert itu adalah orang pemalu. Bisa jadi orang introvert itu lebih suka melakukan aktifitas sendiri, tapi apakah ketika orang introvert itu melakukakan kegiatan sendiri lantas mereka menjadi orang pemalu? Ya, belum tentu juga kan. Karena banyak contoh orang yang suka menyendiri, tapi ketika disuruh berbicara ya percaya diri aja mereka. Jadi kesimpulannya, orang pemalu itu tidak ada hubungannya apakah seseorang itu introvert atau ekstrovert. Introvert atau ekstrovert itu hanya berhubungan dengan cara mendapatkan energi apakah dengan cara sendiri atau berinteraksi dengan orang banyak. Kalau pemalu, karena orang itu merasa nervous alias grogi, tidak percaya diri, dan bisa saja sifat pemalu ini dimiliki orang introvert atau ekstrovert, dan orang ekstrovert pun belum tentu orang nya itu percaya diri meskipun mereka suka beraktifitas dengan orang banyak, tetapi kalau disuruh bicara di depan orang banyak bisa jadi pemalu juga. Pemalu itu tidak begitu ada hubungannya dengan introvert. 

Kedua, introvert itu tidak punya banyak teman. Hal ini merupakan miskonsepsi juga. Belum tentu juga introvert itu tidak punya banyak teman. Memang benar bahwa orang introvert itu lebih suka cenderung memilih lingkaran pertemanan yang lebih kecil dan lebih intim dibandingkan dengan lingkaran pertemanan yang luas, seperti ekstrovert. Jadi, kamu jangan heran kalau temanmu yang introvert suka sering menolak kalau kamu mengajaknya keluar untuk bertemu banyak orang banyak. Hal ini memang wajar, karena bertemu banyak orang membuat orang introvert menjadi cepat lelah. Kembali lagi ke definisi bahwa orang introvert itu energi nya akan cepat habis jika ketemu banyak orang, kalau sendirian mereka energinya akan cepat pulih lagi. 

Ketiga, introvert itu punya kemampuan sosial yang rendah. Hal ini juga belum tentu benar. Karena pada dasarnya kemampuan-kemampuan skill yang baik seperti empatic, public speaking, komunikatif insertif bisa dipelajari dan dikembangkan, tidak peduli apakah seseorang itu introvert atau ekstrovert.  Jadi jangan kuatir kalau semisal dirimu introvert dan takut kalau kamu tidak punya kemampuan sosial yang baik, karena kemampuan sosial yang baik bisa dilatih dan dikembangkan. Ekstrovertpun bisa memiliki kemampuan sosial yang kurang baik. Jadi kesimpulannya, tidak ada korelasi kalau introvert itu pasti memiliki kemampuan sosial yang buruk. 

Apakah sekarang kamu sudah jelas dengan gambaran kepribadian introvert? Jadi, kamu termasuk introvert atau ekstrovert?

0 comments:

Post a Comment