Review Film Ready Player One



Baiklah sobat, alhamdulillah aku punya bahan film untuk dirivew di blog ini. Hari Senin, 02 April 2018 aku nonton Ready Player One di XXI. Karena penasaran dengan hype pecinta film, selain itu mumpung masih liburan, jadi langsung menyambangi bioskop aja. Karena sebelumnya aku sudah tahu kalau durasi film ini sekitar 140 menit (lumayan panjang), maka aku membawa bekal pop corn dan minuman dari luar bioskop (lebih irit), lalu aku masukkan ke dalam tas punggungku :)

Film dimulai sekitar jam 12.10. Tenang saja, apa yang aku tulis di sini sama sekali tidak mengandung spoiler. Apa yang aku tulis ini berisikan kesan dan gambaran umum yang aku tangkap selama nonton Ready Player One.

Jujur, aku sangat mengapresiasi karya Opa Stephen Spielberg, ya aku juluki Opa, karena sang sutradara, penulis skenario, dan produser ini tidaklah muda lagi, tahun 2018 ini, usianya sudah memasuki 72 tahun. Kalau di negara kita, di usia seperti Opa ini, seharusnya sudah pensiun, dan menikmati hari tua nya. Hal ini, tidak berlaku pada Opa Stephen, beliau malah semakin piawai dan kreatif menciptakan film yang sangat luar biasa hebat, salah satunya adalah Ready Player One ini.  Sebelumnya, beliau pernah menciptakan box office movie, seperti: Jurassic Park, War of the World, Saving Private Ryan, the Adventure of Tin-Tin, dan masih banyak lagi.

Secara garis besar, sinopsi film Ready Player One ini menceritakan tentang kehidupan bumi di tahun 2045, di mana bumi menjadi tempat yang semakin memprihatinkan karena usianya yang tua, ditambah dengan jumlah penduduk yang semakin over. Karena hal tersebut, manusia beraktifitas menggunakan sistem modern yang dinamakan OASIS, sejenis virtual reality. OASIS ini memiliki fungsi bagi manusia untuk bekerja sekaligus untuk bermain game.

Film ini memiliki paket lengkap unsur pop culture yang mampu menghibur penonton yang pernah melewati masa muda nya di tahun 1980 an sampai 1990 an. Mengapa demikian? Bagi Anda yang pernah bermain dengan video game tahun 1980 an dan 1990 an, Anda akan bernostalgia karena film ini menampilkan unsur unsur game yang pernah nge trend di jaman itu. Selain itu, film ini menampilkan karakter-karakter film besar box office sebagai bintang tamu. Apa saja karakter yang ditampilkan? Rahasia. Lebih baik Anda tonton sendiri. Anda juga akan mendengarkan lagu-lagu yang pernah nge hits di jaman tersebut.

Cinematography film Ready Player One juga sangat amazing. Mampu membuat mata kita terpukau. garapan efek CGI nya sangat amazing sekali. Jadi, bagi Anda yang tidak suka dengan game, Anda akan dimanjakan dengan cinematography yang superb ini, sehingga Anda tidak akan bosan mengikuti jalan cerita film ini sampai akhir.

Bagaimana soal pemeranan cast film Ready Player One? Menurutku ok lah. Pemeran utama film ini dibintangi oleh Sheridan (Wade/Parzival), dan Oliva Cooke (Samantha/ Art3mis). Jujur saja, aku tidak begitu familiar dengan ke dua bintang muda tersebut, tapi penampilan perannya bagus juga. Tidak mengecewakan.

Satu hal yang aku sayangkan adalah, tak satupun bioskop di kota Solo yang menawarkan pengalaman menonton dengan 3D pada saat pemutaran film Ready Player One. Coba, kalau mengenakan kacamata 3D, pasti efek nya akan terasa sangat nyata sekali.

Kesimpulan: film ini direkomendasikan untuk ditonton bagi Anda yang berusia 13+. Mengapa demikian? Ada unsur kiss nya di akhir film ini. Seingatku cuma 2 atau 3 adegan saja. Jadi menurutku, akan lebih baik lagi kalau  didampingi oleh orang tua.
Nilai: 85/100.

0 comments:

Post a Comment