Review Film A Quiet Place

Hai, Movie Lovers, pada hari selasa, 03 April 2018, aku nonton film A Quiet Place (Di suatu tempat yang sunyi). Seperti biasa, aku selaku sebagai penulis ulasan film, sangat berhati-hati dalam mereview agar Anda tidak terkena spoiler. Seperti biasa, Aku nonton di bioskop XXI, Jam 18.30, kursi nomor A9.

Silence is Survival. They hear you, they hunt you. Diam adalah Cara untuk Bertahan Hidup. Jika mereka mendengarmu, maka mereka akan memburumu. 
A quiet place adalah film bergenre horror, thriller, fiksi. Menurutku, ini adalah film horror terbaik yang ada di awal tahun 2018 ini. Film ini bisa dikatakan sebagai film minimalist, karena sedikit aktor, sedikit dialog, dan sedikit setting yang ditampilkan. Meskipun demikian, film ini sukses menyuguhkan ketegangan yang intens bagi penonton.

Pada tahun 2016, kita disuguhi film thriller berjudul Don't Breathe (Indonesia: Dilarang bernafas). Film tersebut memang sangat gila, sukses membuat ketegangan dari awal film dimulai hingga film berakhir. Pada tahun 2018 ini, kita punya film yang serupa, yaitu A Quiet Place. Kedua jenis film ini memiliki kemiripan dalam meramu ketegangan dengan memanfaatkan "kesunyian, keheningan, alias ketenangan" agar korban dapat bertahan hidup. Perbedaannya adalah pada rupa si peneror. Pada film Don't Breathe, pelaku teror berwujud manusia, sedangkan pada film A Quiet Place, adalah ... *rahasia* :)

Aku sangat suka dengan cinematographynya. Film ini memang tergolong sangat minimalis, termasuk minimalis dalam mengambil setting. Seperti rumus film thriller horror pada umumnya, pasti memanfaatkan setting rumah sebagai tempat terror. Rumah khas Amerika pedesaan yang cantik. Terbuat dari papan kayu, memiliki jendela kaca yang lebar, memiliki attic, dan tentunya ruang basement dengan tangga kayu sebagai ciri khasnya. Selain itu, pemandangan kebun jagung dan alam pedesaan yang sangat indah sekali, membuat aku jatuh cinta (hampir mirip dengan desanya Clark Kent, Smallville).

Film ini banyak menggunakan bahasa isyarat dalam berdialog. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir, karena ada subtitle dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia sekaligus.

Inti dari cerita film ini adalah mengisahkan pertahanan hidup  dari ancaman, dengan cara tetap menjaga kesunyian. Kalau aku berada dalam posisi seperti ini, aku bisa stress dan frustasi. Coba bayangkan bagaimana kalau mandi, dan you know lah, pas menyiram badan dengan air pastinya air akan menghasilkan suara yang berisik. Sempat berfikir konyol juga sih aku ini, bagaimana kalau tiba-tiba pingin kentut dan menghasilkan bunyi? Konyol kan, masa cuma gara gara kentut terus kelar hidup ini :)

Chemistry antara tokoh suami-istri ini sangat baik, tidak perlu dipertanyakan lagi (Emilly Blunt dengan John Krasinski) di luar dunia film kan sepasang suami istri yang sah. Yang perlu lebih diapresiasi adalah pemeran anak anak, seperti Millicent Simonds, dan Noah Jupe. Mereka mampu menampilkan rasa frustrasi, putus asa, menampilkan naluri cemburu kasih sayang, memberontak, serta keberanian dalam memperthankan hidup. Film ini tidak semata-mata mengusung rasa tegang atau cemas penonton, tetapi ada unsur drama keluarga yang mampu menyentuh hati penonton.

Kesimpulan:
A Quiet Place adalah jenis film thriller, horror, fiksi, yang menggunakan formula kesunyian sebagai racikan utama untuk membuat penonton merasakan ketegangan yang intens. Bagi pecinta film fiksi sekaligus thriller, film ini dapat memuaskan ekspektasi Anda. Karena aku lebih menyukai thriller non fiksi, jadi aku lebih mengagungkan film Don't Breathe. Lepas dari itu, aku tetap memasukan A Quiet Place ini ke dalam salah satu daftar film favoritku di tahun 2018.
Nilai: 80/100.

0 comments:

Post a Comment